Kamis, 10 April 2014

KOMPONEN DAN VARIABLE PEMBELAJARAN

A.                 LATAR BELAKANG
Pembelajaran merupakan suatu sistem yang terdiri atas berbagai komponen dan variabel yang saling berhubungan dan mempengaruhi. Pada hakikatnya pembelajaran merupakan suatu proses komunikasi transksional yang bersifat timbal balik, baik antara guru dengan siswa, siswa dengan siswa untuk mencapai tujuan yang telah dicapai. Komunikasi transaksional adalah bentuk komunikasi yang dapat diterima, dipahami, dan disepakati oleh pihak-pihak yang terkait dalam proses pembelajaran. Dalam proses pembelajaran komponen-komponenya dan variabelnya saling keterkaitan yang mengacu pada suatu tujuan yang ingin dicapai.
Pada makalah yang penulis buat membahas tentang komponen-komponen pembelajaran dan variabel pembelajaran.
B.                 RUMUSAN MASALAH.
Berdasarkan latar belakang tersebut kami merumuskan rumusan masalah
antara lain sebagai berikut:
1.       Apa pengertian dari komponen pembelajaran?
2.       Apa saja komponen pembelajaran itu?
3.       Apa saja variabel dalam pembelajaran?

C.                  TUJUAN PENULISAN
Berdasarkan rumusan masalah tersebut kami mempunyai tujuan antara lain
sebagai berikut:
1.       Mengetahui pengertian dari komponen pembelajaran
2.       Mengetahui hal - hal apa saja yang termasuk dalam komponen pembelajaran.
3.       Mengetahui variabel dalam pembelajaran.





BAB II
PEMBAHASAN
KOMPONEN DAN VARIABEL PEMBELAJARAN
A.        PENGERTIAN KOMPONEN PEMBELAJARAN
Pandangan mengenai konsep pembelajaran terus menerus mengalami perubahan dan perkembangan sesuai dengan perkembangan IPTEK. Pembelajaran sama artinya dengan kegiatan mengajar. Kegiatan mengajar dilakukan oleh guru untuk menyampaikan pengetahuan kepada siswa. Pembelajaran merupakan suatu sistem, yang terdiri dari berbagai komponen yang saling berhubungan satu dengan yang lain. Komponen tersebut meliputi: kurikulum, guru, siswa, materi, metode, media dan evaluasi. Pelaksanaan pembelajaran adalah operasionalisasi dari perencanaan pembelajaran, sehingga tidak lepas dari perencanaan pengajaran / pembelajaran yang sudah dibuat. Oleh karenanya dalam pelaksanaannya akan sangat tergantung pada bagaimana perencanaan pengajaran sebagai operasionalisasi dari sebuah kurikulum.
Pembelajaran kontekstual merupakan salah satu model pembelajaran yang diterapkan oleh guru dalam proses belajar-mengajar, yaitu konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari, dengan melibatkan enam komponen utama pembelajaran efektif, yakni: konstruktivisme (Constructivism), bertanya (Questioning), menemukan ( Inquiri), masyarakat belajar (Learning Community), pemodelan (Modeling), dan penilaian sebenarnya (Authentic Assessment).
Jadi dapat disimpulkan bahwa komponen pembelajaran adalah kumpulan dari beberapa item yang saling berhubungan satu sama lain yang merupakan hal penting dalam proses belajar mengajar.
B.        KOMPONEN-KOMPONEN PEMBELAJARAN
Di dalam pembelajaran, terdapat komponen-komponen yang berkaitan dengan proses pembelajaran, yaitu :
1.    Kurikulum
Secara etimologis, kurikulum ( curriculum ) berasal dari bahasa Yunani, curir yang artinya “pelari” dan curere yang berarti “tempat berpacu”. yaitu suatu jarak yang harus ditempuh oleh pelari dari garis start sampai garis finish. Secara terminologis, istilah kurikulum mengandung arti sejumlah pengetahuan atau mata pelajaran yang harus ditempuh atau diselesaikan siswa guna mencapai suatu tingkatan atau ijazah. Pengertian kurikulum secara luas tidak hanya berupa mata pelajaran atau bidang studi dan kegiatan-kegiatan belajar siswa saja, tetapi juga segala sesuatu yang berpengaruh terhadap pembentukan pribadi siswa sesuai dengan tujuan pendidikan yang diharapkan. Misalnya fasilitas kampus, lingkungan yang aman, suasana keakraban dalam proses belajar mengajar, media dan sumber-sumber belajar yang memadai.
Kurikulum sebagai rancangan pendidikan mempunyai kedudukan yang sangat strategis dalam seluruh aspek kegiatan pendidikan. Mengingat pentingnya peranan kurikulum di dalam pendidikan dan dalam perkembangan kehidupan manusia, maka dalam penyusunan kurikulum tidak bisa dilakukan tanpa menggunakan landasan yang kokoh dan kuat.
Dengan diterapkannya kebijakan pemerintah (Depdiknas) yaitu pengembangan kurikulum operasional dilakukan oleh setiap satuan pendidikan dengan program Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), maka seluruh jajaran di setiap satuan pendidikan harus memiliki pemahaman yang luas dan mendalam tentang landasan pengembangan kurikulum, dan secara operasional harus dijadikan rujukan dalam mengimplementasikan kurikulum di setiap satuan pendidikan yang dikelolanya.
2.    Guru
Kata Guru berasal dari bahasa Sansekerta “guru” yang juga berarti guru, tetapi arti harfiahnya adalah “berat” yaitu seorang pengajar suatu ilmu. Dalam bahasa Indonesia, guru umumnya merujuk pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik.
Di dalam masyarakat, dari yang paling terbelakang sampai yang paling maju, guru memegang peranan penting. Guru merupakan satu diantara pembentuk-pembentuk utama calon warga masyarakat. Peranan guru tidak hanya terbatas sebagai pengajar (penyampai ilmu pengetahuan), tetapi juga sebagai pembimbing, pengembang, dan pengelola kegiatan pembelajaran yang dapat memfasilitasi kegiatan belajar siswa dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Daoed Yoesoef (1980) menyatakan bahwa seorang guru mempunyai tiga tugas pokok yaitu :
·         Tugas profesional dari seorang guru yaitu meneruskan atau transmisi ilmu pengetahuan, keterampilan dan nilai-nilai lain yang sejenis yang belum diketahui anak dan seharusnya diketahui oleh anak.
·         Tugas manusiawi adalah tugas-tugas membantu anak didik agar dapat memenuhi tugas-tugas utama dan manusia kelak dengan sebaik-baiknya. Tugas-tugas manusiawi itu adalah transformasi diri, identifikasi diri sendiri dan pengertian tentang diri sendiri.
·         Tugas kemasyarakatan merupakan konsekuensi guru sebagai warga negara yang baik, turut mengemban dan melaksanakan apa-apa yang telah digariskan oleh bangsa dan negara lewat UUD 1945 dan GBHN.
Ketiga tugas guru itu harus dilaksanakan secara bersama-sama dalam kesatuan organis harmonis dan dinamis. Seorang guru tidak hanya mengajar di dalam kelas saja tetapi seorang guru harus mampu menjadi katalisator, motivator dan dinamisator pembangunan tempat di mana ia bertempat tinggal.
3.    Siswa.
Siswa atau Murid biasanya digunakan untuk seseorang yang mengikuti suatu program pendidikan di sekolah atau lembaga pendidikan lainnya, di bawah bimbingan seorang atau beberapa guru. Dalam konteks keagamaan murid digunakan sebagai sebutan bagi seseorang yang mengikuti bimbingan seorang tokoh bijaksana. Meskipun demikian, siswa jangan selalu dianggap sebagai objek belajar yang tidak tahu apa-apa. Ia memiliki latar belakang, minat, dan kebutuhan serta kemampuan yang berbeda. Bagi siswa, sebagai dampak pengiring (nurturent effect) berupa terapan pengetahuan dan atau kemampuan di bidang lain sebagai suatu transfer belajar yang akan membantu perkembangan mereka mencapai keutuhan dan kemandirian.
4.    Metode.
Metode pembelajaran adalah cara yang dapat dilakukan untuk membantu proses belajar-mengajar agar berjalan dengan baik, metode-metode tersebut antara lain :
·      Metode Ceramah
Metode ceramah yaitu sebuah metode mengajar dengan menyampaikan informasi dan pengetahuan secara lisan kepada sejumlah siswa yang pada umumnya mengikuti secara pasif
·      Metode Tanya Jawab
Metode Tanya jawab adalah suatu metode dimana guru menggunakan atau memberi pertanyaan kepada murid dan murid menjawab, atau sebaliknya murid bertanya pada guru dan guru menjawab pertanyaan murid itu ( Soetomo, 1993 : 150 )
·      Metode Diskusi
Metode diskusi adalah metode mengajar yang sangat erat hubungannya dengan memecahkan masalah (problem solving
·      Metode Demonstrasi
Metode demonstrasi adalah metode mengajar dengan cara memperagakan barang, kejadian, aturan, dan urutan melakukan suatu kegiatan, baik secara langsung maupun melalui penggunaan media pembelajaran yang relevan dengan pokok bahasan atau materi yang sedang disajikan.
·      Metode Karyawisata
Metode karyawisata adalah metode pembelajaran yang mengajak siswa untuk mengunjungi obyek-obyek dalam rangka untum menambah dan memperluas wawasan obyek yang dipelajari tersebut ( sesuai dengan bidangnya).
·      Metode Penugasan
Metode penugasan adalah metode penyajian bahan dimana guru memberikan tugas tertentu agar siswa melakukankegiatan belajar. Metode ini diberikan karena dirasakan bahan pelajaran terlalu banyak , sementara waktu sedikit.
·      Metode Eksperimen
Dalam proses belajar mengajar, dengan metode eksperimen, siswa diberi kesempatan untuk mengalami sendiri atau melakukan sendiri, mengikuti suatu proses, mengamati suatu obyek, keadaan atau proses sesuatu.
·      Metode Bermain Peran/Simulasi
Metode ini adalah suatu cara penguasaan bahan pelajaran melalui pengembangan dan penghayatan anak didik.
5.    Materi
Materi juga merupakan salah satu faktor penentu keterlibatan siswa. Adapun karakteristik dari materi yang bagus menurut Hutchinson dan Waters adalah:
·         Adanya teks yang menarik.
·         Adanya kegiatan atau aktivitas yang menyenangkan serta meliputi kemampuan berpikir siswa.
·         Memberi kesempatan siswa untuk menggunakan pengetahuan dan ketrampilan yang sudah mereka miliki.
·         Materi yang dikuasai baik oleh siswa maupun guru.
Dalam kegiatan belajar, materi harus didesain sedemikian rupa, sehingga cocok untuk mencapai tujuan dengan memperhatikan komponen-komponen yang lain, terutama komponen anak didik yang merupakan sentral. Pemilihan materi harus benar-benar dapat memberikan kecakapan dalam memecahkan masalah kehidupan sehari-hari.


6.    Alat Pembelajaran (Media)
Kata media berasal dari bahasa latin dan merupakan bentuk jamak dari “medium” yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar. Jadi media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan. Media pembelajaran adalah perangkat lunak (soft ware) atau perangkat keras (hard ware) yang berfungsi sebagai alat belajar atau alat bantu belajar. Media pada hakekatnya merupakan salah satu komponen sistem pembelajaran. Sebagai komponen, media hendaknya merupakan bagian integral dan harus sesuai dengan proses pembelajaran secara menyeluruh.

C.        VARIABEL PEMBELAJARAN
       Variabel pembelajaran adalah dapat diklasifikasikan menjadi tiga macam yaitu:
1.    Variabel kondisi pembelajaran, yaitu faktor faktor yang mempengaruhi efek metode dalam meningkatkan hasil pembelajaran. Reigeluth dan Merrill mengelompokkan variabel kondisi pembelajaran menjadi tiga yaitu :
*         Tujuan dan karakteristik bidang studi
Tujuan pembelajaran pada hakekatnya mengacu kepada hasil pembelajaran yang diharapkan. Sebagai hasil pembelajaran yang diharapkan, berarti tujuan pembelajaran ditetapkan lebih dulu, dan berikutnya semua upaya pengajaran diarahkan untuk mencapai tujuan ini.
*         Kendala dan karakteristik bidang studi
Karakteristik bidang studi perlu menjadi pertimangan khusus ketika memilih media pengajaran yang akan digunakan menyampaikan pembelajaran. Terutama dikaitkan dengan tingkat kecermatan suatu media dalam menyampaikan pembelajaran, kemampuan khusus yang dimiliki oleh suatu media, serta pengaruh motivasional yang mampu ditimbulkannya. Sedangkan kendala adalah keterbatasan sumber-sumber, seperti media, waktu, personalia, dan uang. Kendala sering kali ditemukan seorang pendidik dalam menjalani kegiatan belajar dan pembelajaran.
*         Karakteristik siswa
Karakteristik siswa-siswi belajar adalah aspek-aspek atau kualitas perseorangan siswa seperti bakat, motivasi belajar dan kemampuan awal (hasil belajar) yang telah dimilikinya.
2.    Variabel metode pembelajaran, yaitu : cara-cara yang berbeda untuk mencapai hasil pembelajaran yang berbeda dibawah kondisi yang berbeda. Variabel metode pembelajaran diklasifikasikan lebih lanjut menjadi tiga, yaitu :
*    Strategi pengorganisasian
Strategi pengorganisasian adalah metode untuk mengorganisasi isi bidang studi yang telah dipilih untuk pembelajaran
*    Strategi penyampaian
Strategi penyampaikan adalah metode untuk menyampaikan pembelajaran kepada siswa untuk menerima serta merespon masukan yang berasal dari siswa.
*    Strategi pengelolaan
Strategi pengelolaan pembelajaran merupakan komponen variabel metode yang berurusan dengan  bagaimana menata interaksi antara si belajar dengan variabel metode pembelajaran lainnya.
3.    Variabel hasil pembelajaran, yaitu  semua efek yang dapat dijadikan sebagai indikator tentang nilai dari penggunaan metode pembelajaran dibawah kondisi yang berbeda. Variabel hasil pembelajaran juga diklasifikasikan menjadi tiga, yaitu :
*    Keeektifan
Keefektifan pembelajaran diukur dengan tingkat pencapaian isi belajar.
*    Efisien
Efisiensi pembelajaran diukur dengan rasio antara kesefektifan dan jumlah waktu yang dipakai si belajar atau jumlah biaya pembelajaran yang digunakan
*    Daya tarik
Daya tarik pembelajaran biasanya diukur dengan mengamati kecenderungan siswa untuk tetap belajar.
Variabel kondisi dan metode adalah variabel bebas dan parameter kedua variabel ini berinteraksi untuk menghasilkan efek pada variabel hasil pembelajaran, sebagai variabel tergantung. Efek ini bisa berupa efek yang sengaja dirancang; karena itu ia merupakan efek yang diinginkan, dan bisa juga berupa efek nyata sebagai hasil penggunaan metode pengajaran tertentu. Bila acuan pembelajaran adalah pada efek atau hasil pengajaran yang diinginkan, maka hasil ini harus ditetapkan lebih dulu sebelum menetapkan metode pembelajaran. Jadi, metode pembelajaran nyang dipilih adalah metode yang optimal untuk mencapai hasil yang telah ditetapkan. Langkah akan terbalik, apabila acuan pengajaran adalah pada efek atau hasil pengajaran yang nyata. Metode pengajaran yang akan dipakai ditetapkan lebih dulu, kemudian garu mengamati hasil pengajaran sebagia akibat dari penggunaan metode itu dibawah kondisi pengajaran yang ada.
Berdasarkan pendapat Reigeluth dan Merrill tentang taksonomi variabel pembelajaran khususnya variabel hasil pembelajaran diperkuat oleh taksonomi Bloom dkk bahwa untuk mengukur hasil pengajaran dalam proses pembelajaran didasarkan pada tipe isi bidang studi diklasifikasi menjadi 3 ranah yaitu :
  • Ranah kognitif terdiri dari : pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesis, penilaian.
  • Ranah sikap terdiri dari : menerima, merespon, menghargai, mengorganisasi, karakteristik.
  • Ranah psikomotor terdiri dari : persepdi, kesiapan, gerakan terbimbing, gerakan yang terbiasa, gerakan kompleks, penyesuaian pola gerakan dan kreativitas.

Kamis, 03 April 2014

DAFTAR CALON TETAP DPRD KAB.PEMALANG

Assalamualaikum...
buat warga Pemalang, tanggal 9 april 2014 kita akan melaksanakan pemilu calon legislatif.
dan inilah daftar calon tetap DPRD PEMALANG untuk tiap-tiap dapil.
supaya anda tahu calonnya yang akan mewakili suara anda di daerah Pemalang.

download dibawah ini :
DAPIL 1
DAPIL 2
DAPIL 3
DAPIL 4
DAPIL 5
DAPIL 6 (Belum punya datanya)

Sumber : kpupemalang.go.id

Sabtu, 08 Maret 2014

Surat Anis Matta Untuk Osama Bin Laden

"Surat Untuk Osama"
Osama,
Kamu tidak pernah bilang padaku
Kalau kamu mau meledakkan WTC dan Pentagon
Bush juga tidak punya bukti sampai sekarang
Jadi aku memilih percaya
Pada cinta yang terpancar
Di balik keteduhan matamu
Pada semangat pembelaan yang tersimpan
Di balik lebat janggutmu.
Osama,
Kamulah yang mengajar
Bangsa-bangsa yang bisu untuk bisa bicara
Maka mereka berteriak.
Kamulah yang menanam bibit-bibit keberanian,
Di ladang jiwa orang-orang penakut
Maka mereka melawan.
Kamulah yang menebar nikmat kemerdekaan,
Di renung kalbu orang-orang tertindas
Maka mereka berjuang.
Kamulah yang mengobarkan harapan di langit
Hati orang-orang terjaga
Maka mereka memberontak.
Osama...
Kamulah yang mengunci mulut bangsa-bangsa
adidaya,
Supaya mereka terdiam
Maka mereka hanya bisa mengamuk.
Kamulah yang meruntuhkan keangkuhan
Dari jidat bangsa-bangsa arogan
Maka mereka terbungkam.
Kamulah yang merampas rasa aman
Dari jiwa bangsa-bangsa tirani
Maka mereka tak pernah bisa tidur nyenyak.
Kamulah yang merenggut selera hidup
Dari langit hati bangsa-bangsa makmur itu
Maka mereka tak lagi menikmati hidup.
Osama oh Osama... Osama oh Osama...
Mari kita nyanyikan lagu kemenangan
Bersama nurani anak-anak manusia
Yang telah menemukan kehidupannya.
Osama oh Osama... Osama oh Osama...
Mari kita senandungkan lagu keabadian
Bersama nurani anak-anak manusia
Yang merindukan taman surga.

"Jawaban Osama"
Saudaraku,
Surat ini sudah kuterima
Aku baik-baik saja di sini
Aku masih minum teh di pagi hari
Dan menikmati sunset di sore hari
Aku juga masih mengendalikan bisnis
Dan mengontrol jaringan Al-Qaidah
Dari balik gua-gua Afghanistan.
Tenanglah saudaraku,
Karena jadwal kematianku
Tidak ditulis di Pentagon atau Gedung Putih.
Saudaraku,
Aku menonton aksi-aksi kalian di TV Al-Jazirah
Aku senang kalian mulai berani berbicara
Aku suka kalian sudah bisa bikin Bush marah-
marah
Aku gembira kalian sudah bisa bilang tidak
Aku bahagia kalian mulai belajar jadi singa
Aku terharu kalian miskin-miskin tapi mau
nyumbang...
Aku terheran-heran kalian kecil-kecil
Tapi mau jihad ke Afghanistan
Aku pikir kalian ini anak-anak ajaib.
Saudaraku aku mau buka rahasia sama kamu
Tapi kamu jangan bilang siapa-siapa.
Kamu tahu nggak,
Kenapa orang-orang Taliban sayang sama aku
Kata mereka ternyata karena aku lucu
Bocah-bocah Afghan juga senang padaku
Kata mereka karena aku bawa mainan
Pesawat-pesawat Amerika untuk mereka
Para pemulung Afghanistan juga suka padaku
Kata mereka karena roda-roda lama mereka itu
Bisa jadi besi tua yang laris.
Orang-orang Amerika itu terlalu serius
Padahal kita cuma sedang bermain di halaman
surga.
Saudaraku,
Kalau nanti Allah memilihku jadi syahid
Utusanku akan datang menemuimu
Membawa sebuah pundi kecil
Itulah darahku,
Siramlah taman jihad di Ambon, di Ternate dan
Poso
Tapi kalau aku bisa mengubur keangkuhan
Amerika di sini
Aku akan datang ke Indonesia
Kamu tahu apa yang akan aku lakukan
Aku hanya mau investasi di negerimu.

Anis matta. di VOA ISLAM (5-5-2011)
Berikut ini adalah daftar nama-nama Kelurahan / Desa dan Kecamatan beserta nomor kode pos (postcode / zip code) pada Kota/Kabupaten Pemalang, Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Republik Indonesia.
Negara : Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Provinsi : Jawa Tengah (Jateng) Kota/Kabupaten : Pemalang

1. Kecamatan Ampelgading
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Ampelgading di Kota/Kabupaten Pemalang, Provinsi Jawa Tengah (Jateng) : - Kelurahan/Desa Ampelgading (Kodepos : 52364) - Kelurahan/Desa Banglarangan (Kodepos : 52364) - Kelurahan/Desa Blimbing (Kodepos : 52364) - Kelurahan/Desa Cibiyuk (Kodepos : 52364) - Kelurahan/Desa Jatirejo (Kodepos : 52364) - Kelurahan/Desa Karangtalok (Kodepos : 52364) - Kelurahan/Desa Karangtengah (Kodepos : 52364) - Kelurahan/Desa Kebagusan (Kodepos : 52364) - Kelurahan/Desa Kemuning (Kodepos : 52364) - Kelurahan/Desa Losari (Kodepos : 52364) - Kelurahan/Desa Sidokare (Kodepos : 52364) - Kelurahan/Desa Sokawati (Kodepos : 52364) - Kelurahan/Desa Tegalsari Barat (Kodepos : 52364) - Kelurahan/Desa Tegalsari Timur (Kodepos : 52364) - Kelurahan/Desa Ujunggede (Kodepos : 52364) - Kelurahan/Desa Wonogiri (Kodepos : 52364)

2. Kecamatan Bantarbolang Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Bantarbolang di Kota/Kabupaten Pemalang, Provinsi Jawa Tengah (Jateng) : - Kelurahan/Desa Banjarsari (Kodepos : 52352) - Kelurahan/Desa Bantarbolang (Kodepos : 52352) - Kelurahan/Desa Glandang (Kodepos : 52352) - Kelurahan/Desa Karanganyar (Kodepos : 52352) - Kelurahan/Desa Kebon Gede (Kodepos : 52352) - Kelurahan/Desa Kuta (Kodepos : 52352) - Kelurahan/Desa Lenggerong (Kodepos : 52352) - Kelurahan/Desa Pabuaran (Kodepos : 52352) - Kelurahan/Desa Paguyangan (Kodepos : 52352) - Kelurahan/Desa Pedagung (Kodepos : 52352) - Kelurahan/Desa Pegiringan (Kodepos : 52352) - Kelurahan/Desa Purana (Kodepos : 52352) - Kelurahan/Desa Sambeng (Kodepos : 52352) - Kelurahan/Desa Sarwodadi (Kodepos : 52352) - Kelurahan/Desa Sumurkidang (Kodepos : 52352) - Kelurahan/Desa Suru (Kodepos : 52352) - Kelurahan/Desa Wanarata (Kodepos : 52352)

3. Kecamatan Belik Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Belik di Kota/Kabupaten Pemalang, Provinsi Jawa Tengah (Jateng) : - Kelurahan/Desa Badak (Kodepos : 52356) - Kelurahan/Desa Belik (Kodepos : 52356) - Kelurahan/Desa Beluk (Kodepos : 52356) - Kelurahan/Desa Bulakan (Kodepos : 52356) - Kelurahan/Desa Gombong (Kodepos : 52356) - Kelurahan/Desa Gunungjaya (Kodepos : 52356) - Kelurahan/Desa Gunungtiga (Kodepos : 52356) - Kelurahan/Desa Kalisaleh (Kodepos : 52356) - Kelurahan/Desa Kuta (Kodepos : 52356) - Kelurahan/Desa Mendelem (Kodepos : 52356) - Kelurahan/Desa Sikasur (Kodepos : 52356) - Kelurahan/Desa Simpur (Kodepos : 52356)

4. Kecamatan Bodeh Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Bodeh di Kota/Kabupaten Pemalang, Provinsi Jawa Tengah (Jateng) : - Kelurahan/Desa Babakan (Kodepos : 52365) - Kelurahan/Desa Bodeh (Kodepos : 52365) - Kelurahan/Desa Cangak (Kodepos : 52365) - Kelurahan/Desa Gunungbatu (Kodepos : 52365) - Kelurahan/Desa Jatingarang (Kodepos : 52365) - Kelurahan/Desa Jatiroyom (Kodepos : 52365) - Kelurahan/Desa Jraganan (Kodepos : 52365) - Kelurahan/Desa Karangbrai (Kodepos : 52365) - Kelurahan/Desa Kebandaran (Kodepos : 52365) - Kelurahan/Desa Kebandungan (Kodepos : 52365) - Kelurahan/Desa Kelangdepok (Kodepos : 52365) - Kelurahan/Desa Kesesirejo (Kodepos : 52365) - Kelurahan/Desa Kwasen (Kodepos : 52365) - Kelurahan/Desa Longkeyang (Kodepos : 52365) - Kelurahan/Desa Muncang (Kodepos : 52365) - Kelurahan/Desa Parunggalih (Kodepos : 52365) - Kelurahan/Desa Pasir (Kodepos : 52365) - Kelurahan/Desa Payung (Kodepos : 52365) - Kelurahan/Desa Pendowo (Kodepos : 52365)

5. Kecamatan Comal Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Comal di Kota/Kabupaten Pemalang, Provinsi Jawa Tengah (Jateng) : - Kelurahan/Desa Ambokulon (Kodepos : 52363) - Kelurahan/Desa Gandu (Kodepos : 52363) - Kelurahan/Desa Gedeg (Kodepos : 52363) - Kelurahan/Desa Gintung (Kodepos : 52363) - Kelurahan/Desa Kandang (Kodepos : 52363) - Kelurahan/Desa Kauman (Kodepos : 52363) - Kelurahan/Desa Kebojongan (Kodepos : 52363) - Kelurahan/Desa Klegen (Kodepos : 52363) - Kelurahan/Desa Lowa (Kodepos : 52363) - Kelurahan/Desa Pecangakan (Kodepos : 52363) - Kelurahan/Desa Purwoharjo (Kodepos : 52363) - Kelurahan/Desa Purwosari (Kodepos : 52363) - Kelurahan/Desa Sarwodadi (Kodepos : 52363) - Kelurahan/Desa Sidorejo (Kodepos : 52363) - Kelurahan/Desa Sikayu (Kodepos : 52363) - Kelurahan/Desa Susukan (Kodepos : 52363) - Kelurahan/Desa Tumbal (Kodepos : 52363) - Kelurahan/Desa Wonokromo (Kodepos : 52363)

6. Kecamatan Moga Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Moga di Kota/Kabupaten Pemalang, Provinsi Jawa Tengah (Jateng) : - Kelurahan/Desa Banyumudal (Kodepos : 52354) - Kelurahan/Desa Gendowang (Kodepos : 52354) - Kelurahan/Desa Kebanggan (Kodepos : 52354) - Kelurahan/Desa Mandiraja (Kodepos : 52354) - Kelurahan/Desa Moga (Kodepos : 52354) - Kelurahan/Desa Pepedan (Kodepos : 52354) - Kelurahan/Desa Plakaran (Kodepos : 52354) - Kelurahan/Desa Sima (Kodepos : 52354) - Kelurahan/Desa Walangsanga (Kodepos : 52354) - Kelurahan/Desa Wangkelang (Kodepos : 52354)

7. Kecamatan Pemalang Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Pemalang di Kota/Kabupaten Pemalang, Provinsi Jawa Tengah (Jateng) : - Kelurahan/Desa Pelutan (Kodepos : 52311) - Kelurahan/Desa Kebondalem (Kodepos : 52312) - Kelurahan/Desa Mulyoharjo (Kodepos : 52313) - Kelurahan/Desa Danasari (Kodepos : 52314) - Kelurahan/Desa Widuri (Kodepos : 52314) - Kelurahan/Desa Sugihwaras (Kodepos : 52315) - Kelurahan/Desa Lawangrejo (Kodepos : 52316) - Kelurahan/Desa Tambakrejo (Kodepos : 52317) - Kelurahan/Desa Bojongnangka (Kodepos : 52318) - Kelurahan/Desa Kramat (Kodepos : 52318) - Kelurahan/Desa Surajaya (Kodepos : 52318) - Kelurahan/Desa Banjarmulya (Kodepos : 52319) - Kelurahan/Desa Bojongbata (Kodepos : 52319) - Kelurahan/Desa Mengori (Kodepos : 52319) - Kelurahan/Desa Paduraksa (Kodepos : 52319) - Kelurahan/Desa Pagongsoran (Kodepos : 52319) - Kelurahan/Desa Saradan (Kodepos : 52319) - Kelurahan/Desa Sewaka (Kodepos : 52319) - Kelurahan/Desa Sungapan (Kodepos : 52319) - Kelurahan/Desa Wanamulya (Kodepos : 52319)

8. Kecamatan Petarukan Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Petarukan di Kota/Kabupaten Pemalang, Provinsi Jawa Tengah (Jateng) : - Kelurahan/Desa Bulu (Kodepos : 52362) - Kelurahan/Desa Iser (Kodepos : 52362) - Kelurahan/Desa Kalirandu (Kodepos : 52362) - Kelurahan/Desa Karangasem (Kodepos : 52362) - Kelurahan/Desa Kendaldoyong (Kodepos : 52362) - Kelurahan/Desa Kendalrejo (Kodepos : 52362) - Kelurahan/Desa Kendalsari (Kodepos : 52362) - Kelurahan/Desa Klareyan (Kodepos : 52362) - Kelurahan/Desa Loning (Kodepos : 52362) - Kelurahan/Desa Nyamplung Sari (Kodepos : 52362) - Kelurahan/Desa Panjunan (Kodepos : 52362) - Kelurahan/Desa Pegundan (Kodepos : 52362) - Kelurahan/Desa Pesucen (Kodepos : 52362) - Kelurahan/Desa Petanjungan (Kodepos : 52362) - Kelurahan/Desa Petarukan (Kodepos : 52362) - Kelurahan/Desa Serang (Kodepos : 52362) - Kelurahan/Desa Sirangkang (Kodepos : 52362) - Kelurahan/Desa Tegalmlati (Kodepos : 52362) - Kelurahan/Desa Temuireng (Kodepos : 52362) - Kelurahan/Desa Widodaren (Kodepos : 52362)

9. Kecamatan Pulosari Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Pulosari di Kota/Kabupaten Pemalang, Provinsi Jawa Tengah (Jateng) : - Kelurahan/Desa Batursari (Kodepos : 52355) - Kelurahan/Desa Cikendung (Kodepos : 52355) - Kelurahan/Desa Clekatakan (Kodepos : 52355) - Kelurahan/Desa Gambuhan (Kodepos : 52355) - Kelurahan/Desa Gunungsari (Kodepos : 52355) - Kelurahan/Desa Jurangmangu (Kodepos : 52355) - Kelurahan/Desa Karangsari (Kodepos : 52355) - Kelurahan/Desa Nyalembeng (Kodepos : 52355) - Kelurahan/Desa Pagenteran (Kodepos : 52355) - Kelurahan/Desa Penakir (Kodepos : 52355) - Kelurahan/Desa Pulosari (Kodepos : 52355) - Kelurahan/Desa Siremeng (Kodepos : 52355)

10. Kecamatan Randudongkal Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Randudongkal di Kota/Kabupaten Pemalang, Provinsi Jawa Tengah (Jateng) : - Kelurahan/Desa Banjaranyar (Kodepos : 52353) - Kelurahan/Desa Gembyang (Kodepos : 52353) - Kelurahan/Desa Gongseng (Kodepos : 52353) - Kelurahan/Desa Kalimas (Kodepos : 52353) - Kelurahan/Desa Kalitorong (Kodepos : 52353) - Kelurahan/Desa Karangmoncol (Kodepos : 52353) - Kelurahan/Desa Kecepit (Kodepos : 52353) - Kelurahan/Desa Kejene (Kodepos : 52353) - Kelurahan/Desa Kreyo (Kodepos : 52353) - Kelurahan/Desa Lodaya (Kodepos : 52353) - Kelurahan/Desa Mangli (Kodepos : 52353) - Kelurahan/Desa Mejagong (Kodepos : 52353) - Kelurahan/Desa Penusupan (Kodepos : 52353) - Kelurahan/Desa Randudongkal (Kodepos : 52353) - Kelurahan/Desa Rembul (Kodepos : 52353) - Kelurahan/Desa Semaya (Kodepos : 52353) - Kelurahan/Desa Semingkir (Kodepos : 52353) - Kelurahan/Desa Tanahbaya (Kodepos : 52353)

11. Kecamatan Taman Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Taman di Kota/Kabupaten Pemalang, Provinsi Jawa Tengah (Jateng) : - Kelurahan/Desa Asemdoyong (Kodepos : 52361) - Kelurahan/Desa Banjaran (Kodepos : 52361) - Kelurahan/Desa Banjardawa (Kodepos : 52361) - Kelurahan/Desa Beji (Kodepos : 52361) - Kelurahan/Desa Cibelok (Kodepos : 52361) - Kelurahan/Desa Gondang (Kodepos : 52361) - Kelurahan/Desa Jebed Selatan (Kodepos : 52361) - Kelurahan/Desa Jebed Utara (Kodepos : 52361) - Kelurahan/Desa Jrakah (Kodepos : 52361) - Kelurahan/Desa Kabunan (Kodepos : 52361) - Kelurahan/Desa Kaligelang (Kodepos : 52361) - Kelurahan/Desa Kedungbanjar (Kodepos : 52361) - Kelurahan/Desa Kejambon (Kodepos : 52361) - Kelurahan/Desa Pedurungan (Kodepos : 52361) - Kelurahan/Desa Pener (Kodepos : 52361) - Kelurahan/Desa Penggarit (Kodepos : 52361) - Kelurahan/Desa Sitemu (Kodepos : 52361) - Kelurahan/Desa Sokawangi (Kodepos : 52361) - Kelurahan/Desa Taman (Kodepos : 52361) - Kelurahan/Desa Wanarejan Selatan (Kodepos : 52361) - Kelurahan/Desa Wanarejan Utara (Kodepos : 52361)

12. Kecamatan Ulujami Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Ulujami di Kota/Kabupaten Pemalang, Provinsi Jawa Tengah (Jateng) : - Kelurahan/Desa Ambowetan (Kodepos : 52371) - Kelurahan/Desa Blendung (Kodepos : 52371) - Kelurahan/Desa Botekan (Kodepos : 52371) - Kelurahan/Desa Bumirejo (Kodepos : 52371) - Kelurahan/Desa Kaliprau (Kodepos : 52371) - Kelurahan/Desa Kertosari (Kodepos : 52371) - Kelurahan/Desa Ketapang (Kodepos : 52371) - Kelurahan/Desa Limbangan (Kodepos : 52371) - Kelurahan/Desa Mojo (Kodepos : 52371) - Kelurahan/Desa Padek (Kodepos : 52371) - Kelurahan/Desa Pagergunung (Kodepos : 52371) - Kelurahan/Desa Pamutih (Kodepos : 52371) - Kelurahan/Desa Pesantren (Kodepos : 52371) - Kelurahan/Desa Rowosari (Kodepos : 52371) - Kelurahan/Desa Samong (Kodepos : 52371) - Kelurahan/Desa Sukorejo (Kodepos : 52371) - Kelurahan/Desa Tasikrejo (Kodepos : 52371) - Kelurahan/Desa Wiyorowetan (Kodepos : 52371)

13. Kecamatan Warungpring Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Warungpring di Kota/Kabupaten Pemalang, Provinsi Jawa Tengah (Jateng) : - Kelurahan/Desa Cibuyur (Kodepos : 52354) - Kelurahan/Desa Datar (Kodepos : 52354) - Kelurahan/Desa Karangdawa (Kodepos : 52354) - Kelurahan/Desa Mereng (Kodepos : 52354) - Kelurahan/Desa Pakembaran (Kodepos : 52354) - Kelurahan/Desa Warungpring (Kodepos : 52354)

14. Kecamatan Watukumpul Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Watukumpul di Kota/Kabupaten Pemalang, Provinsi Jawa Tengah (Jateng) : - Kelurahan/Desa Bodas (Kodepos : 52357) - Kelurahan/Desa Bongas (Kodepos : 52357) - Kelurahan/Desa Cawet (Kodepos : 52357) - Kelurahan/Desa Cikadu (Kodepos : 52357) - Kelurahan/Desa Gapura (Kodepos : 52357) - Kelurahan/Desa Jojogan (Kodepos : 52357) - Kelurahan/Desa Majakerta (Kodepos : 52357) - Kelurahan/Desa Majalangu (Kodepos : 52357) - Kelurahan/Desa Medayu (Kodepos : 52357) - Kelurahan/Desa Pagelaran (Kodepos : 52357) - Kelurahan/Desa Tambi (Kodepos : 52357) - Kelurahan/Desa Tlagasana (Kodepos : 52357) - Kelurahan/Desa Tundagan (Kodepos : 52357) - Kelurahan/Desa Watukumpul (Kodepos : 52357) - Kelurahan/Desa Wisnu (Kodepos : 52357)

Minggu, 16 Februari 2014

MEMBUAT INSTALLER WINDOWS 7 DI FLASH DISK


·        
·        
Saat ini netbook dan notebook sudah tidak lagi dilengkapi dengan CD-ROM atau DVD-ROM Jadi bagaimana cara menginstal sistem operasi ?
Selain menggunakan DVD-ROM ekternal kita bisa menggunakan USB flash disk. Tulisan ini menjelaskan sedikit tentang cara menginstall Windows 7 dari USB Flash disk.
Flash Disk yang dibutuhkan untuk membuat Instalasi yang mempunyai kapasitas min sebesar 4 Gb.
Ada dua cara untuk membuat USB Flash Disk menjadi Installer Windows 7, yaitu :

Pertama, kita akan membuat USB flash disk dari file ISO. kita butuh perangkat bernama Windows7 USB DVD tool.

Langkah2nya :
1.     jalankan Windows7 USB DVD tool. Klik “Browse” kemudian cari file ISO-nya lalu klik “Next”.
2.     Kemudian pilih media yang akan digunakan. Karena ingin membuat installer dari USB flash disk pilih “USB device”.
3.     Pilih drive USB flash disk-nya. Biasanya Windows7 USB DVD tool akan secara otomatis mendeteksinya. Klik “Begin copying”.
4.     File akan di-copy. tunggu sampai selesai. Ketika sudah selesai, restart computer, masuk BIOS. Di bagian prioritas boot, ganti ke “Removable Storage”.

Kedua, kita akan buat dari DVD instalasi Windows 7. Cara ini cocok dilakukan di komputer yang ada DVD-ROM. kita membutuhkan aplikasi WinToFlash.
1.     Sama seperti Windows7 USB DVD tool, WinToFlash tidak perlu diinstal. Setelah download, ekstrak, tinggal klik ganda di file WinToFlash.exe muncullah tampilan WinToFlash.
2.     Klik “Windows setup transfer wizard” sehingga muncul halaman “Welcome”. Klik “Next” saja. Tentukan drive yang berisi DVD instalasi Windows 7 dan drive USB Flash disk yang digunakan.
3.     Muncul Windows License Agreement pilih “I Accept” kemudian klik “Continue”. Muncul peringatan kalau USB flash disk akan diformat. Klik “OK”.
4.     Proses penyalinan akan berjalan. Tunggu sampai selesai. Jika sudah selesai tancapkan USB Flash Disk pada netbook yang akan diInstall dan ganti prioritas boot-nya ke Removable Storage.

Selamat Mencoba.
download :

Selasa, 11 Februari 2014

CARA INSTALL WIN7 VIA WINTOFLASH USB BOOTABLE


Okay blogger,,, bagi yang pengen mengubah USB(Flash Disk) menjadi bootable, silahkan perhatikan video diatas.


sumber : www.rukmanamulya.com