Kamis, 15 Mei 2014

STANDAR KOMPETENSI (SK)

A. STANDAR KOMPETENSI (SK)
A.1. Pengertian Standar Kompetensi (SK)
Standar Kompetensi mata pelajaran adalah deskripsi pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang harus dikuasai setelah siswa mempelajari mata pelajaran tertentu pada jenjang pendidikan tertentu pula. Menurut Abdul Majid Standar kompetensi merupakan kerangka yang menjelaskan dasar pengembangan program pembelajaran yang terstruktur.
SK dapat didefinisikan sebagai “pernyataan tentang pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang harus dikuasai peserta didik serta tingkat penguasaan yang diharapkan dicapai dalam mempelajari suatu mata pelajaran” (Center for Civ¬ics Education, 1997:2).
Menurut definisi tersebut, SK mencakup dua hal, yaitu standar isi (content standards), dan standar penampilan (performance stan-dards).
SK yang menyangkut isi berupa pernyataan tentang pengetahuan, sikap dan keterampilan yang harus dikuasai peserta didik dalam mempelajari mata pelajaran tertentu seperti Kewarganegaraan, Matematika, Fisika, Biologi, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris. SK yang menyangkut tingkat penampilan adalah pernyataan tentang kriteria untuk menentukan tingkat penguasaan peserta didik terhadap SI.
Dari uraian tersebut dapat dikemukakan bahwa SK memiliki dua penafsiran, yaitu:
a.    pernyataan tujuan yang menjelaskan apa yang harus diketahui peserta didik dan kemampuan melakukan sesuatu dalam mempelajari suatu mata pelajaran.
b.    spesifikasi skor atau peringkat kinerja yang berkaitan dengan kategori pencapaian seperti lulus atau memiliki keahlian.
SK merupakan kerangka yang menjelaskan dasar pengembangan program pembelajaran yang terstruktur. SK juga merupakan fokus dari penilaian, sehingga proses pengembangan kurikulum adalah fokus dari penilaian, meskipun kurikulum lebih banyak berisi tentang dokumen pengetahuan, keterampilan dan sikap dari pada bukti-bukti untuk menunjukkan bahwa peserta didik yang akan belajar telah memiliki pengetahuan dan keterampilan awal.
Dengan demikian SK diartikan sebagai kemampuan seseorang dalam:
·                     melakukan suatu tugas atau pekerjaan.
·                     mengorganisasikan agar pekerjaan dapat dilaksanakan.
·                    melakukan respon dan reaksi yang tepat bila ada§ penyimpangan dari rancangan semula
·                     melaksanakan tugas dan pekerjaan dalam situasi dan kondisi yang berbeda.

Penyusunan SK suatu jenjang atau tingkat pendidikan merupakan usaha untuk membuat suatu sistem sekolah menjadi otonom, mandiri, dan responsif terhadap keputusan kebijakan daerah dan nasional. Kegiatan ini diharapkan mendorong munculnya standar pada tingkat lokal dan nasional. Penentuan standar hendaknya dilakukan dengan cermat dan hati-hati. Sebab, jika setiap sekolah atau setiap kelompok sekolah mengembangkan standar sendiri tanpa memperhatikan standar nasional maka pemerintah pusat akan kehilangan sistem untuk mengontrol mutu sekolah. Akibatnya kualitas sekolah akan bervariasi, dan tidak dapat dibandingkan kualitas antara sekolah yang satu dengan sekolah yang lain. Lebih jauh lagi kualitas sekolah antar wilayah yang satu dengan wilayah yang lain tidak dapat dibandingkan. Pada gilirannya, kualitas sekolah secara nasional tidak dapat dibandingkan dengan kualitas sekolah dari negara lain.
Pengembangan SK perlu dilakukan secara terbuka, seimbang, dan melibatkan semua kelompok yang akan dikenai standar tersebut. Melibatkan semua kelompok sangatlah penting agar kesepakatan yang telah dicapai dapat dilaksanakan secara bertanggungjawab oleh pihak sekolah masing-masing.

A.2. Penentuan Standar Kompetensi Mata Pelajaran
Perlu diingat kembali, bahwa kompetensi merupakan kebulatan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang dapat didemonstrasikan, ditunjukkan, atau ditampilkan oleh peserta didik sebagai hasil belajar. Sesuai dengan pengertian tersebut, maka SK, adalah standar kemampuan yang harus dikuasai peserta didik untuk menunjukkan bahwa hasil mempelajari mata pelajaran tertentu berupa penguasaan atas pengetahuan, sikap, dan keterampilan tertentu telah dicapai.
Langkah-langkah menganalisis dan mengurutkan SK adalah:
·                     menganalisis SK menjadi beberapa KD;
·                     mengurutkan KD sesuai dengan keterkaitan baik secara prosedur maupun hierarkis.
Dick & Carey (1978: 25) membedakan dua pendekatan pokok dalam analisis dan urutan SK di samping pendekatan yang ketiga yakni gabungan antara kedua pendekatan pokok tersebut. Dua pendekatan dimaksud adalah pertama pendekatan prosedural, dan kedua pendekatan hierarkis (berjenjang).



1.Pendekatan Prosedural
Pendekatan prosedural (procedural approach) dipakai bila SK yang harus dikuasai berupa serangkaian langkah-langkah secara urut dalam mengerjakan suatu tugas pembelajaran.
Contoh dalam pelajaran Ilmu Sosial Terpadu (IST) ada beberapa SK yang diharapkan dapat dipelajari secara berurutan. Guru diharapkan dapat menyajikan mana yang akan didahulukan. Misalnya kompetensi;
(1)    Mengidentifikasi konsep-konsep yang membangun IST,
(2)    Mendeskripsikan hubungan timbal balik antara manusia dan lingkungannya, dan
(3)    Mendeskripsikan perubahan sosial budaya masyarakat.
Dari ketiga kompetensi tersebut, maka kompetensi untuk mengidentifikasi konsep-konsep yang membangun IST harus paling dahulu dipelajari, setelah itu baru mempelajari dua kompetensi berikutnya. Di antara kedua kompetensi berikutnya maka penguasaan terhadap kompetensi mendeskripsikan hubungan timbal balik antara manusia dan lingkungannya lebih didahulukan agar peserta didik dengan mudah mendeskripsikan perubahan sosial budaya masyarakat, mengingat perubahan yang terjadi justru sebagai salah satu akibat hubungan timbal balik antara manusia dengan lingkungannya.
Beberapa hal yang perlu dicatat dari contoh tersebut:
·                     peserta didik harus menguasai SK tersebut secara berurutan.
·                     Masing-masing SK dapat diajarkan secara terpisah (independent)
·                     Hasil (output) dari setiap langkah merupakan masukan (input) untuk langkah berikutnya.
2. Pendekatan Hierarkis
Pendekatan hierarkis menunjukkan hubungan yang bersifat subordinatif antara beberapa SK yang ingin dicapai. Dengan demikian ada yang mendahului dan ada yang kemudian. SK yang mendahului merupakan prasyarat bagi SK berikutnya.
Untuk mengidentifikasi beberapa SK yang harus dipelajari lebih dulu agar peserta didik dapat mencapai SK yang lebih tinggi dilakukan dengan jalan mengajukan pertanyaan “Apakah yang harus sudah dikuasai oleh peserta didik, agar dengan pengajaran yang seminimal mungkin dapat diketahui SK yang diperlukan sebelum peserta didik dapat menguasai SK berikutnya?”


B.       Kompetensi Dasar (KD)
B.1. Pengertian Kompetensi Dasar
Kompetensi Dasar (KD) merupakan penjabaran SK peserta didik yang cakupan materinya lebih sempit dibanding dengan SK peserta didik.
Kompetensi merupakan perpaduan dari pengetahuan, ketrampilan nilai dan sikap yang direfleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak. Dalam hal ini kompetensi diartikan sebagai pengetahuan, ketrampilan dan kemampuan yang dikuasai oleh seseorang yang telah menjadi bagian dari dirinya, sehingga ia dapat melakukan perilaku kognitif, afektif, dan psikomotorik dengan sebaik-baiknya. Hal ini menunjukkan bahwa kompetensi mencakup tugas, ketrampilan, sikap dan apresiasi yang harus dimiliki oleh peserta didik untuk dapat melaksanakan tugas-tugas pembelajaran sesuai dengan jenis pekerjaan tertentu.
Dalam kurikulum kompetensi sebagai tujuan pembelajaran itu dideskripsikan secara eksplisit, sehingga dijadikan standart dalam pencapaian tujuan kurikulum. Baik guru maupun siswa perlu memahami kompetensi yang harus dicapai dalam proses pembelajaran. Pemahaman ini diperlukan dalam merencanakan strategi dan indicator keberhasilan.
Ada beberapa aspek didalam kompetensi sebagai tujuan, antara lain:
1)   Pengetahuan (knowlegde) yaitu kemampuan dalam bidang kognitif. Hal ini mencakup : menyebutkan, menuliskan, menyatakan, mengurutkan, mengidentifikasi, mendefinisikan, mencocokkan, memberi nama, memberi leber, dan melukiskan.
2)   Pemahaman (understanding) yaitu kedalaman pengetahuan yang dimiliki setiap individu. Hal ini mencakup:menerjemahkan, mengubah, menggeneralisasikan, menguraikan, menuliskan kembali, merangkum, membedakan, mempertahankan, menyimpulkan, mengemukakan pendapat, dan menjelaskan.
3)  Kemahiran (skill)
4)  Nilai (value) yaitu norma-norma untuk melaksanakan secara praktik tentang tugas yang dibebankan kepadanya
5)  Sikap (attitude) yaitu pandangan individu terhadap sesuatu
6)  Minat (interest) yaitu kecenderungan individu untuk melakukan suatu perbuatan
Sesuai aspek diatas maka tampak bahwa kompetensi sebagai tujuan dalam kurikulum yang bersifat kompleks artinya kurikulum berdasarkan kompetensi bertujuan untuk mengembangkan pengetahuan, pemahaman kecakapan, nilai, sikap dan minat siswa agar mereka dapat melakukan sesuatu dalam bentuk kemahiran disertai tanggung jawab. Dengan demikian tujuan yang ingin dicapai dalam kompetensi ini bukanlah hanya sekedar pemahaman akan materi pelajaran, akan tetapi bagaimana pemahaman dan penguasaan materi itu dapat mempengaruhi cara bertindak dan berperilaku dalam kehidupan sehari-hari.
Sehingga Kompetensi Dasar adalah pengetahuan, ketrampilan dan sikap minimal yang harus dikuasai oleh peserta didik dalam penguasaan materi pelajaran yang diberikan dalam kelas pada jenjang pendidikan tertentu. Juga merupakan perincian atau penjabaran lebih lanjut dari standar kompetensi. Adapun penempatan komponen Kompetensi Dasar dalam silabus sangat penting, hal ini berguna untuk mengingatkan para guru seberapa jauh tuntutan target kompetensi yang harus dicapainya.

B.2.    Perumusan Kompetensi Dasar
Prinsip-prinsip yang harus diperhatikan dalam merumuskan KD diantaranya antara lain: 
1.    Meluas, artinya peserta didik memperoleh kesempatan yang luas untuk mengembangkan pengalaman tentang pengetahuan, keterampilan, sikap, nilai yang berkaitan pada saat pembelajaran berlangsung.
2.    Seimbang, artinya dimana setiap peserta Kompetensi perlu dapat dicapai melalui alokasi waktu yang cukup untuk pembelajaran yang efektif.
3.    Relevan, maksudnya adalah dimana setiap Kompetensi terkait dengan penyiapan peserta didik untuk meningkatkan mutu kehidupan melalui kesempatan pengalaman.
4.    Perbedaan, merupakan upaya pelayanan individual dimana peserta didik perlu memahami apa yang perlu untuk dipelajari, bagaimana berfikir, bagaimana berbuat untuk mengembangkan Kompetensi serta kebutuhan individu masing-masing. (yulaewati 2004:20).

B.3. Syarat yang Harus dipenuhi dalam Merumuskan KD
            Adapun Syarat yang harus dipenuhi untuk dapat merumuskan KD yang baik adalah sebagai berikut:
1.    Rumusan tujuan yang dibuat harus berpusat pada siswa, mengacu kepada perubahan tingkah laku subjek pembelajaran yaitu siswa sebagai peserta didik.
2.    Rumusan KD harus mencerminkan tingkah laku operasional yaitu tingkah laku yang dapat diamati dan diukur yang dirumuskan dengan menggunakan kata-kata operasional.
3.    Rumusan KD harus berisikan makna dari pokok bahasan atau materi pokok yang akan diajarkan pada saat kegiatan belajar mengajar ).

B.4. Langah-langkah Penyusunan Kompetensi Dasar
Langkah-langkah penyusunan Kompetensi dasar.
·      Menjabarkan Kompetensi yang dimaksud, dengan bertanya : “kemampuan apa saja yang harus dimiliki siswa agar standar kompetensi dapat dicapai?” jawaban dari pertanyaan tersebut kemudian didaftar baik yang menyangkut pengetahuan, sikap dan keterampilan.
·      Tulislah rumusan Kompetensi Dasarnya.
·      Mengkaji KD tersebut untuk mengidentifikasi indikatornya dan rumuskan indikatornya yang dianggap relevan tanpa memikirkan urutannya lebih dahulu juga tentukan indikator-indikator yang relevan dan tuliskan sesuai urutannya.
·      Kajilah apakah semua indikator tersebut telah mempresentasikan KD nya, apabila belum lakukanlah analisis lanjut untuk menemukan indikator-indikator lain yang kemungkinan belum teridentifikasi.
·      Tambahkan indikator lain sebelum dan sesudah indikator yang teridentifikasi sebelumnya dan rubahlah rumusan yang kurang tepat dengan lebih akurat dan pertimbangkan urutannya.















Jumat, 09 Mei 2014

Belajar Bahasa Thailand



 "Warna | สี | S̄ī | si"

<3 สีแดง | S̄ī dæng | sai deng : red, merah
<3 สีส้ม | S̄ī s̄̂m |si som : Orange, jingga
<3 สีเหลือง |S̄ī h̄elụ̄xng | si leng : Yellow, kuning
<3 สีเขียว | S̄ī k̄heīyw | si khaiw : green, Hijau
<3 สีน้ำเงิน | S̄īn̂ảngein | sinangen : blue ,biru
<3 คราม | Khrām | khram: Indigo ,nila
<3 สีม่วง | S̄ī m̀wng | si muang: purple, ungu
<3 สีดำ | S̄ī dả | si dam: black, hitam
<3 ขาว | K̄hāw | Khau : white, putih
<3 รุ้ง | Rûng | reng : pelangi, rainbow


  "Sapaan dalam bahasa Thai"

♥ พ่อ  | Ph̀x | Po : Dad, Papa
♥ แม่  |  mæ̀ | me : Mom, Mama
♥ ยาย  | Yāy | Yai : Grandma, nenek
♥ ปู่     | pū̀   | pu : Grandpa, kakek
♥ ป้า   |  p̂ā   | pa : aunt, tante , old woman
♥ ลุง   | lung | lung : uncle, paman, old man
♥ พี่     | Phī̀   | Pi : kak, buat semua cowok maupun cewe yg lebih tua dari kita
♥ น้อง | N̂xng | nong : dik


 "Yin dee ka"

♥ Arti : sama-sama, your welcome
♥ Penggunaan: klo orang ngucapin terima kasih [khob khun kub/ka], bales dg ucapin Yin dee kub/ka


 "ไป | Pị | Pai"

♥ Arti : Pergi
♥ Penggunaan: buat ngusir orang ato hewan ato yg lainnya, misal klo kalian digangguin temen-temenmu, ato diikutin nyamuk, bilang aja " pai pai pai >.


 "Memperkenalkan diri"

Nama Saya .. : ฉันชื่อว่า .. | C̄hạn chụ̄̀xẁā ... | chan chuwa ..
Siapa namamu? : คุณชื่ออะไร? | Khuṇ chụ̄̀x xarị?| Khun chu ari?


"Nama bulan"

มกราคม | Mkrākhm |  Makrakom : Januari
กุมภาพันธ์ | Kump̣hāphạnṭh̒| Khumpapan : Februari
มีนาคม | Mīnākhm |  Minakom : Maret
เมษายน | Mes̄ʹāyn| Mesayon : April
พฤษภาคม | Phvs̄ʹp̣hākhm |  Prutsapakom : Mei
มิถุนายน | Mit̄hunāyn | Mitunayon : Juni
กรกฎาคม | Krkḍākhm | Karakadakom : Juli
สิงหาคม | S̄ingh̄ākhm | Singhakom : Agustus
กันยายน | Kạnyāyn | Kanyayon : September
ตุลาคม | Tulākhm | Tulakom : Oktober
พฤศจิกายน | Phvṣ̄cikāyn | Prutsajikayon : November
ธันวาคม | Ṭhạnwākhm | Tanwakom : Desember


 "nama hari"

วันจันทร์ | Wạn cạnthr̒ | Wan can : senin
วันอังคาร | wạn xạngkhār | Wan angkaan : selasa
วันพุธ |wạn phuṭh | Wan put : rabu
วันพฤหัสบดี | wạn phvh̄ạs̄bdī | Wan paruhat : kamis
วันศุกร์ | wạn ṣ̄ukr̒ | Wan suk : jumat
วันเสาร์ | wạn s̄eār̒ | Wan sao : sabtu
อาทิตย์ | xāthity̒ | atit : minggu 


 "kata-kata yang biasa digunain"

♥ su su : semangaatt !
♥ sanook makk : seneng bangetzz
♥ 5555 : hahahahah
♥ laew : cepat, hurry
♥ dai : OK
♥ mai : no
♥ mai roo : don know
♥ pood dee : nampak-nampaknya bagus, sound good


 "หล่อ [H̄l̀x | Lhor]"

♥ Arti: guantenngg


 "partikel ด้วย [D̂wy | Duai]"

♥ Penggunaan: digunain untuk memohon, minta maaf, ama minta bantuan
♥ contoh:
ช่วยด้วย [Ch̀wy d̂wy | chuai duai]: tolong bantuin dong!
จริงด้วย [Cring d̂wy | jing duai]: uhm, bener-bener !


 "kata seru"

♥ เฮย [Ḥey | Hei]: Hai
♥ ยอด [Yxd | yod]: Wow!
♥ ตายแล้ว [Tāy læ̂w | tay leu]: Oh, no!
♥ คุณพระช่วย [Khuṇ phra ch̀wy|khun-pra-chuai]: Ya Tuhan! OMG!
♥ บางที [bāngthī | baang tii]: mungkin
♥ เดี๋ยวก่อน [Deī̌ywk̀xn| diao gon]: tunggu bentar!
♥ แน่นอน [Næ̀nxn | ne non]: tentu!
♥ ไม่มีทาง [Mị̀mī thāng | mai mii taang]: g mungkin ! g mau! No way!


 "Tawlekh Thai"
  
♥ Arti: Angka Thai
o: soon ; 1:Neung; 2: Song; 3: sam; 4: see; 5: ha; 6: hok; 7: jet; 8: Paet; 9: gao; 10: sip


 "ja" 

♥ Arti: kata tambahan, layaknya Krap , Ka
♥ penggunaan: cowok cewe bisa, tapi lebih sering yg nggunain cewe, ini buat ngobrol ama temen sebaya, biasanya buat tambahan kaliamat tanya, contohnya:
tam à-rai yùu já = lagi ngapain lu?
pai mái já = mau pergi g lu?
Peach já = Peach! (manggil Peach)
nǔu chûu à-rai já = Siapa nama mu? (nǔu= biasanya buat manggil anak kecil)


 "sùk-sǎn wan pii mài"

♥ Arti: Selamat tahun baru, happy new year
sùk-sǎn: Selamat
pii: tahun
mài: baru


 "Fan dee na Kap / Ka"

 ♥ Arti: met malam, met bobo


 "Shob"
  
♥ Arti: suka
♥ Penggunaan: waktu Koong nembak Ern di bawah pohon ( Suckseed), dia bilang "Keu Shob Ern"


 "rak" 

♥ Arti: cinta
♥ Penggunaan: Keu rak te buat nembak cewek / Chen rak te buat nembak cowok hhe


 "khun ; te"

♥ Arti: kamu
♥ Penggunaan: Khun sebagai subjek mopun objek,khun diikuti nama orang, biasanya di pake buat manggil org saat percakapan formal, then sebagai objek
♥ lafal: Te dilafalkan kaya Te pada TEkan


 "Phom (cowok); Chen (cewek); Keu (cowok/cewe)"

♥ Arti: aku
♥ Penggunaan: subjek, Keu biasa dipake klo lg ngomong ama temen sebaya

  
 "Kirei"

♥ Arti: jelek
♥ Penggunaan: jangan pernah gunain kata ini..!!


 "suay"

♥ Arti: cantik
♥ Penggunaan: buat muji orang, klo cantiknya emang berlebihan , tambahin kata " makkkkkkk", jadi suay makkk yg artinya cuantikk bangetzzzz .. hhe


 "Mai Pen Rai Krap/ Ka"
  
♥ Arti: g apapa, g masalah, It's all right, Never mind.
♥ Penggunaan:
1) klo ada org nubruk lu, trus dia bilang "Koh Tost Krap/Ka", n itu bukan masalah buat lu, lu kudu bilang "Mai Pen Rai Krap/ Ka" sambil senyum pasti, hhe
2) buat ngberi semangat temen lu yang lagi kawatir ttg sesuatu
3) klo harga saham lu di pasaran menurun drastis, bilang "Mai Pen Rai Mai Pen Rai" sambil ketawa lepas :D


 "Say nCai"

♥ Arti: maaf
♥ Penggunaan: klo lu punya salah ma orang
♥ lafal: ncai, lebih kedengeran kaya Jai


 "Koh Tost Krap / Ka"

♥ Arti: maaf, permisi , Excuse me, Pardon me.
♥ Penggunaan: diucapin klo lu g sengaja nubruk orang lewat, telat masuk kelas, lewat di keramaian, dll
♥ lafal: o di Koh, dibaca kaya o di bacok; o di Tost dibaca kaya o di orang; s di Tost di baca samar


 "La Gon"
  
♥ Arti: Bye, selamat tinggal
♥ Penggunaan: ucapan perpisahan, biasanya anak gaul Thai klo ngucapin La Gon ditambahin na Kap/Ka, jadi La Gon na kap/ka


 "Chok Dee Krap / Ka"
  
♥ Arti: Good Luck
Chok = Luck
Dee = Good
Krap = kata tambahan sopan santun
♥ Penggunaan: selayaknya penggunaan Good luck di dunia.. hhe
kaya' ngberi doa buat temenmu yg mo ujian..


 "Kun Sabai Dee Mai Krap / Ka" 

♥ Arti: Apa kabar?
Kun = kamu
Sabai = Baik
Dee = bagus
Mai = kata tanya
Krap = kata tambahan untuk sopan santun
♥ Jawaban:
Sabai Dee Krap/ Ka : baik 
Mai Sabai Krap/ Ka : kurang baik


 "Chai" ; "Mai"

♥ Arti: Ya, gak
♥ Penggunaan: untuk njawab pertanyaan, menerima ato nolak sesuatu, ya.. kaya' biasanya lah, hhe
jangan lupa nambahin Krap di akhir kata, jadi Chai Krap ; Mai Krap


 "Krap (cowok) ; Ka (cewek)"

♥ Maksud: kata tambahan untuk sopan santun
♥ Pelafalan: di Thai "r" pelafalannya samar, kaya "r" di Inggris.
tapi banyak orang Thai yang ngucapin Krap tanpa r, krap jadi kap..
Penulisan bahasa Thai di sini udah disesuaiin dg pelafalan abjad di Indo, Biasanya orang Thai klo nulis pake abjad Krap jadi Kub..
♥ Penggunaan: ditambahkan di akhir setiap kalimat, lisan mopun tulisan


 "Khop Kun Krap (cowok) ; Khop Kun Ka (cewek)"

♥ Arti: Terima kasih untukmu
Khop: terima kasih untuk
Kun: kamu
Krap: kata tambahan untuk sopan santun
♥ Penggunaan: uda pada tau kan "Terima kasih" diucapain buat apa.. hhe



 "Sawaddi Krap (cowok) ; Sawaddi Ka (cewek)"
  
♥ Maksud: salam penghormatan
♥ Penggunaan: Diucapin kapan aja waktu ketemu orang, sama kaya' Assalamu'alaikum klo di Islam.
♥ Sikap saat ngucapin ini: Menangkupkan kedua telapak tangan trus mengangkatnya sampa muka, gampangannya kaya nyembah gitu deh..
♥ Salam Balasan: Balas dengan ucapan dan sikap yang sama (Sawaddi Krap/Ka)

Semoga bermanfaat...